Perempuan itu kini berduka, luka teramat dalam menggores hati dan lembar-lembar harapannya. Hingga pilu menjadi biasa.
Perempuan itu telah berusaha dalam lukanya mencoba mengetuk pintu Tuhan, kiranya Ia berkenan merubah jalan takdirnya. Mengangkat ribuan beban yang bersarang di dadanya yang kering.
Adakah berita yang akan menghentikan tangisnya datang siang ini? Hanya Tuhan yang tahu, karna semua adalah Dia yang memiliki kuasa.
Aku hanya biasa menarik napas panjang…saat melihat sorot mata perempuan seperempat abad itu di cermin.
Adakah dosanya seorang diri? Hingga dia harus menahan semua ini, tanpa berkawan? Bahkan lelaki bulan ketujuh tak jua berusaha meringankan lukanya.
Tuhan, tolong kembalikan nyawanya, lepaskan bebannya, bangunkan kembali semangatnya menghadapi dunia. Ia masih belum berani melihat harapan. Untung saja ia masih takut mati. Oh bukan, bukan kematian yang ia takutkan, ia takut kehidupan setelah mati, karna terlampau banyak dosa yang ia lakukan dalam mengejar mimpinya. Seandainya mati adalah akhir dari rantai perjalanan hidup, sudah beberapa hari lalu dia mengajukan permohonan.
Tapi aku salutkan, ia masih berani menghadapi hidup, walau dengan hati berdarah-darah.
Dengan ini, aku mohonkan Tuhan, angkat duka di hati perempuan itu, ini permohonan yang teramat sangat.
Posted by wahyu on 14 Desember 2009 at 22:56
seorang gadis sedih… gak ada gambarnya. aku kasih gambar ya di sini. liat ya..
Posted by sebutsajabunga on 21 Desember 2009 at 09:44
Gambar paling bawah ok juga…tapi kalo mau masukin gambar, sedangkan postingnya via HP gimana ya?